index

Tutorial Lengkap Install PNPM di Windows, Mac, & Linux

· 4min

Pernah nggak sih kamu merasa laptopmu mendesis kencang, kipas berputar seolah mau lepas landas, padahal kamu cuma mengetik npm install?

Kita semua tahu rasanya. Kita membiarkan dependency manager memakan space SSD ratusan megabyte untuk setiap project, menimbun duplikat library yang sama berulang-ulang. Ini praktik “purba” yang anehnya masih kita toleransi bertahun-tahun. Sampai akhirnya PNPM (Performant NPM) muncul dan menampar kita dengan realita: ternyata ngoding nggak harus seboros ini.

Pnpm bukan sekadar alternatif. Dia menggunakan content-addressable filesystem. Simpelnya: jika kamu punya 10 project yang pakai lodash, pnpm cuma akan menyimpannya sekali di disk, lalu membuat hard link ke 10 project tersebut. Hasilnya? Instalasi instan dan SSD yang lega.

Sudah siap membuang kebiasaan lama? Mari kita bedah cara instalasinya di berbagai ekosistem, lengkap dengan troubleshooting-nya.


Fase 1: Cek Fondasi (Node.js)

Jangan harap bisa lari kalau belum bisa jalan. Pnpm butuh Node.js. Buka terminal/PowerShell dan ketik:

node -v

Kalau keluar v16.13.x atau lebih baru, kamu aman. Kalau masih v12 atau v14, tolonglah, upgrade dulu. Kita hidup di tahun 2024 ke atas, jangan siksa dirimu dengan Node versi jadul.

Fase 2: Pilih Senjatamu (Metode Instalasi)

Ada tiga cara untuk memasang pnpm. Pilih satu saja yang paling cocok dengan gaya kerjamu. Jangan serakah pakai semuanya, nanti malah konflik path.

Ini cara paling elegan karena Corepack sudah tertanam di dalam Node.js versi modern. Dia bertugas mengelola versi package manager tanpa perlu instalasi binary terpisah.

Untuk Windows, macOS, dan Linux: Buka terminal (Administrator/Sudo mungkin diperlukan untuk command pertama), lalu jalankan:

# 1. Aktifkan Corepack (cukup sekali seumur hidup)
corepack enable

# 2. Siapkan pnpm versi terbaru
corepack prepare pnpm@latest --activate

Kenapa cara ini superior? Karena kalau kamu clone project teman yang mengunci versi pnpm tertentu di package.json, Corepack akan otomatis menyesuaikan versi pnpm-mu tanpa kamu perlu install ulang manual. Magic.

Opsi B: The Script Way (Standalone)

Kalau kamu old school atau benci fitur eksperimental Node.js, pakai script instalasi langsung. Ini metode “hajar terus” yang biasanya anti-gagal karena dia mendownload binary self-contained.

Mac & Linux (via cURL):

curl -fsSL [https://get.pnpm.io/install.sh](https://get.pnpm.io/install.sh) | sh -

Windows (via PowerShell): Pastikan Run as Administrator, lalu:

iwr [https://get.pnpm.io/install.ps1](https://get.pnpm.io/install.ps1) -useb | iex

⚠️ Peringatan Jalur PATH: Seringkali setelah script ini jalan, terminalmu nggak langsung kenal perintah pnpm. Itu karena environment variables belum ter-refresh.

  • Solusi Cepat: Tutup terminal, buka lagi.
  • Solusi Teknis: Pastikan direktori pnpm sudah masuk di .bashrc, .zshrc (Mac/Linux), atau Environment Variables (Windows) kamu.

Opsi C: The System Package Manager

Buat kamu yang perfeksionis dan ingin semua software terdata di satu tempat agar mudah di-update barengan OS.

  • macOS (Homebrew):
brew install pnpm
  • Windows (Scoop):
scoop install pnpm
  • Windows (Winget):
winget install -e --id pnpm.pnpm

Fase 3: Verifikasi & Konfigurasi Global

Setelah instalasi, ketik pnpm -v. Kalau muncul angka, selamat! Tapi kita belum selesai. Mari atur tempat penyimpanan global agar tidak berantakan.

Secara default, pnpm akan menyimpan global packages di tempat yang agak tersembunyi. Kita bisa cek di mana lokasinya dengan:

pnpm store path

Mau install tools global seperti nodemon, typescript, atau create-next-app? Caranya sedikit beda tapi familiar:

pnpm add -g typescript nodemon

Fase 4: Migrasi Project (Selamat Tinggal NPM/Yarn)

Punya project lama yang masih pakai npm atau yarn? Jangan hapus node_modules manual satu-satu, capek. Biarkan pnpm yang membereskan kekacauan itu.

Masuk ke folder project-mu, lalu jalankan:

pnpm import

Perintah ini akan membaca package-lock.json atau yarn.lock kamu, lalu membuat file pnpm-lock.yaml yang setara. Sangat aman dan presisi.

Setelah file lock baru terbentuk:

  1. Hapus folder node_modules (rasakan kepuasannya).
  2. Hapus package-lock.json atau yarn.lock lama.
  3. Jalankan instalasi pamungkas:
pnpm install

Lihat bedanya. Perhatikan betapa cepatnya barisan teks itu bergerak dibanding npm.


Cheat Sheet: Kamus Cepat untuk Mantan Pengguna NPM

Biar jari-jarimu nggak kaku karena muscle memory, ini padanan perintah yang paling sering dipakai. Polanya mirip, kok.

Aksi (Ngapain?)NPM (Cara Lama)PNPM (Cara Baru)Catatan “Orang Dalem”
Install Semuanpm installpnpm installAlias pnpm i. Jauh lebih ngebut, disk lebih lega.
Tambah Librarynpm install axiospnpm add axiosPerhatikan: pnpm pakai kata add, bukan install kalau cuma satu paket.
Tambah Dev Toolsnpm install -D jestpnpm add -D jestSama persis, cuma ganti depannya doang.
Hapus Librarynpm uninstall axiospnpm remove axiosAtau pnpm rm. Lebih enak diketik daripada uninstall.
Install Globalnpm install -g nodemonpnpm add -g nodemonIngat, lokasi simpan globalnya beda sama npm.
Jalankan Scriptnpm run devpnpm devFitur favorit: nggak perlu ketik run lagi. Hemat waktu.
Bersih-bersihnpm prunepnpm pruneHapus ghost dependencies yang nggak terdaftar di package.json.
Cek Outdatednpm outdatedpnpm outdatedBiar tau library mana yang udah ketuaan.
Migrasi Lockfile-pnpm importPerintah sakti buat ubah package-lock.json jadi pnpm-lock.yaml.

Kenapa Kamu Nggak Akan Mau Balik Lagi

Coba cek disk space kamu seminggu setelah pakai pnpm. Kamu akan kaget melihat betapa sedikitnya ruang yang terpakai dibandingkan dulu. Plus, pnpm sangat ketat soal dependency tree.

Di npm, kadang kamu bisa memanggil library yang sebenarnya tidak kamu install (tapi terinstall sebagai dependency dari library lain). Itu disebut phantom dependencies, dan itu sumber bug yang mengerikan saat production. Pnpm memblokir itu secara default. Kalau kamu nggak add, kamu nggak bisa require. Kode jadi lebih jujur dan solid.

Jadi, masih mau nungguin npm install sambil ngopi dua gelas? Kayaknya nggak deh.